Masalah & Potensi
Cerita sewaktu Kegiatan Belajar dan Pendampingan Masyarakat (KBPM) di Harilolong, Desa Pura Timur, Kec. Pulau Pura, Kab. Alor-NTT.
Kami diterima dengan baik selama masa ber-KBPM selama kurang lebih 3 bulan. Pada bulan Juli 2018, Universitas Tribuana Kalabahi melalui kegiatan ini dengan tema kurang lebih secara umum adalah "mengidentifikasi potensi desa". Jumlah peserta yang ditempatkan pada desa ini berjumlah 10 orang yang terdiri atas beberapa Fakultas dan Program Studi, diantaranya Program studi Matematika, Pendidikan Bahasa Inggris, Ilmu Pendidikan dan Theologi, Pertanian & Perikanan, Kimia dan Manajemen.
Saat itu saya dipercayakan sebagai ketua dalam kelompok saat setelah pembagian oleh panitia KBPM 2018 saat itu. Walau sedikit menolak karena merasa belum pantas 😁🙏, tetapi karena teman-teman mempercayakan itu maka saya menerimanya.
Oke, balik lagi ke " mengidentifikasi potensi desa" 😁. Desa Pura Timur memiliki potensi yang sangat beragam. Baik pariwisatanya, budayanya, dan kehidupan masyarakat yang masih memegang erat itu. Dimulai dari sejarah nama HARILOLONG, sejarah Gereja GMIT War'abu, Tugu Monumen Injil masuk pulau Pura, kampung lama, minuman tradisional (sopi), anyaman daun lontar dan yang tidak kalah menarik adalah taman bawah lautnya yang menyimpan banyak kekayaan alam lautnya.
Masyarakat disana masih memelihara budaya penangkapan ikan dengan menggunakan alat tradisional berupa Bubu (ada juga menggunakan pukat ikan, tombak dan pancing). Mereka sadar betul bahwa menggunakan alat BOM SEBAGAI PENGHASIL IKAN adalah cara YANG SALAH dan dapat MERUSAK EKOSISTEM BAWAH LAUT. Mereka sadar bahwa jika rumah habitat laut dihancurkan, maka alampun tidak akan memberikan mereka kehidupan yang layak.
Saat akan tiba pagi merekah, kira-kira jam 4 hampir siang, para nelayan sudah mulai menebarkan jalanya, untuk bersiap menangkap ikan. Mereka bersama, melingkar pada satu titik yang menjadi pusat ditebarkannya jala (pukat).
Hasilnya dijual, dan dibagi sama rata.
Saya kaget, saat hampir pagi itu...
Iseng-iseng keluar dari kamar untuk mengintip, apakah gerangan yang terjadi?
Oh iya, kebetulan rumah yang kami tinggal adalah rumahnya bapak Desa (waktu itu), bapak Cornelis Namangboling namanya, kebetulan tidak jauh beberapa meter dari bibir pantai dimana para nelayan yang terdiri atas anak-anak muda dan bapak-bapak sedang asik bercanda gurau dalam bahasa daerah mereka...
Saya hanya tersenyum dan melihat, perlahan perahu yang dikayuh menghampiri bibir pantai dimana sudah menunggu para pembeli terutama ibu-ibu Bidan Desa dan Ibu-ibu guru 😁..
Sambil menunggu teman-teman saya yang satu-satu sudah mulai bangun dari tidur mereka, menghampiri saya dan beberapa diantara mereka, bertanya..."ada buat?"
Tanpa menjawab, ekor mata saya tertuju pada pembeli yang sedang ramai mengambil ikan. 😅
"Adeeeeeiiiiiiii......" 😁🙏
Sekian....
Dari Usu Tande untukmu Pulau Pura,
Dan salam sayang untuk teman-teman seperjuangan KBPM UNTRIB 2018 DESA PURA TIMUR. 🏞😁🙏.
Semoga kalian sehat-sehat ditempat tugas kalian masing-masing.
Air Mancur, 10 Juli 2020.

Komentar
Posting Komentar