Langsung ke konten utama

EKSPLORE ALOR STUBE HEMAT YOGYAKARTA: “Potensi tersembunyi dibalik bukit Kampung Pasi”.


Gambar: Bersama Tim Stube Hemat Yogyakarta dan Jemaat GMIT Salem Pasi

Stube Hemat Yogyakarta merupakan sebuah Yayasan dalam program kegiatannya banyak mengangkat keanekaragaman potensi alam, budaya, pariwisata, dan pendidikan dimulai dari ujung Sumatera sampai ke Papua yang sasaran utamanya adalah pemuda, pelajar dan mahasiswa di seluruh Indonesia. Dengan tujuan besar bagaimana melatih sumber daya manusia agar cakap dalam mengolah dan mengelola semua aset lokal dengan slogannya Hidup, Efisien, Mandiri, Analitis dan Tekun (HEMAT).

Dalam eksplore kali ini, pulau Alor menjadi tempat yang dikunjungi oleh Tim Stube Hemat melalui Koordinator di Alor Petrus Maure, S.Kom selama 2 minggu, yaitu 06/04/2021 sampai 20/04/2021. Dalam perjumpaan bersama Jemaat Salem Pasi pada 11/04/2021 seusai ibadah utama, melalui Koordinator utama Trustha Rembaka, S.Th dalam penyampaiannya menyampaikan tujuan dan kerja dari Stube HEMAT di beberapa tempat salah satunya di Alor dengan sasaran pada pemuda, pelajar, dan mahasiswa dalam mengangkat potensi sumber daya yang dimiliki.

Dihadiri oleh 3 orang Tim dari Stube HEMAT Yogyakarta, Trustha Rembaka, S.Th (Koordinator Umum), Thomas Yulianto (Mahasiswa Theologi asal Lampung) dan Putri Laoli (Mahasiswi pada Ilmu Pemerintahan asal Nias). Kegiatan kali ini menggandeng pemuda-pemudi Gereja GMIT Salem dan Komunitas Belajar Bahasa Inggris Air Mancur. Sebuah komunitas belajar yang digagas oleh Yusuf Tande, S.Pd dan dua orang temannya dalam mendidik anak bangsa di desa.

Kegiatan inipun berlangsung selama 5 hari dengan agenda sebagai berikut: Ibadah bersama dan Pelatihan Kepemimpinan (Senin, 12/04/2021), Workshop pengolahan hasil lokal dalam pembuatan minyak kemiri (Selasa, 13/04/2021), Pertemuan bersama orang tua pendukung Komunitas Belajar Bahasa Inggris Air Mancur dan Lanjutan Pelatihan Kepemimpinan (Rabu, 14/04/2021), Pertemuan bersama adik-adik di Komunitas Belajar Bahasa Inggris Air Mancur dan Tarian budaya Alor dan mengedit video (Kamis, 15/04/2021), Pelatihan Jurnalism dan Workshop Pembuatan Turunan Minyak VCO (Jumat, 16/04/2021).

Kurang lebih 1 minggu kegiatan ini berjalan, mendapat dukungan positif mengingat pertemuan-pertemuan sebelumnya antara kedua suku besar (Mulingpu dan Wateilibu) yang mendiami kampung Pasi telah mempunyai sebuah kesepakatan dalam dewan adat yang dihadiri oleh tokoh Pemerintah, Gereja dan masyarakat dalam mengelola potensi sumber daya yang berada di kampung Pasi dimana kedua suku besar ini menetap.

Seusai malam tarian lego-lego pada 15/04/2021, Ketua Majelis Jemaat Salem Pasi Pdt. Sanci Oan, S.Th mengatakan kegiatan serupa ini merupakan mimpinya dalam mengangkat potensi sumber daya alam, budaya dan bahasa di Kampung Pasi. Pasalnya, menurut Pdt. Sanci yang juga adalah pegiat sosial sangat prihatin, jika tidak dapat mengembangkan identitas budaya, bahasa dan semua potensi sumber daya yang dimiliki, maka akan punah dengan sendirinya seiring perkembangan zaman jika tidak diwariskan oleh generasi ke generasi.

Selaku Ketua Majelis dan tuan rumah kegiatan workshop, mengharapkan kegiatan ini akan terus berlanjut dengan dukungan penuh dari Majelis Klasis Alor Timur Laut untuk mengembangkan potensi sumber daya yang berada di Kecamatan Alor Timur Laut, khususnya di Desa Air Mancur. Beliau juga menambahkan ini adalah kesempatan baik yang harus dimanfaatkan oleh para pemuda, pelajar dan mahasiswa untuk mengembangkan talentanya. Dilanjutkannya, walaupun sudah berstatus sebagai seorang Pendeta beliaupun masih mau belajar untuk terus mengasah kemapuan dan pengetahuannya.

**UsuTande**


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMUDA, PEMBANGUNAN DAN MASA DEPAN KONTEKS KABUPATEN ALOR

Thema: PEMUDA, PEMBANGUNAN DAN MASA DEPAN KONTEKS KABUPATEN ALOR Materi Pengantar Dialog bersama Civitas Academica Universitas Tribuana Kalabahi Sabtu, 16 Desember 2017 Oleh Ir. Ansgerius Takalapeta, Anggota DPRD Prov. NTT Penulis: Yusuf Tande RANGKUMAN: 1.       CATATAN AWAL Pertama , ada pendapat yang mengatakan bahwa pemuda selalu melihat ke depan dan orang tua selalu melihat ke belakang. Pendapat tersebut tidak selamanaya benar tapi tidak seluruhnya salah. Orientasi pemuda selalu pada perubahan dan pembaruan menuju kemajuan. Namun perlu disadari bahwa perubahan atau pembaruan terjadi atas masa lalu yang panjang dimana telah diletakan oleh genersai sebelumnya. Kita harus menengok pada tonggak perjuangan bangsa yakni: Budi Utomo (1908), Sumpah Pemuda (1928), Proklamasi (1945), Orde Baru (1966) dan Revormasi (1998),maka semuanya menunjukan bahwa orientasi pemuda selalu ke masa depan. Kedua , Kabupaten Alor adalah daerah dengan tipolog...

Waow....!! Selain Tuti Air Mancur, ada lagi tempat yang wajib kamu kunjungi di Desa Air Mancur, Kec. ATL, Kab.Alor-NTT.

Destinasi Wisata Di Desa Air Mancur, Kec. Alor Timur Laut, Kab. Alor-NTT. Foto: (Misteraladin) 1.     Tuti Air Mancur Tuti Air Mancur atau dalam bahasa daerah lokal di sebut Tutta yang artinya Air Sumbur/mancur telah ada sejak puluhan tahun yang lalu dan terletak 15 menit dari pusat Desa Air Mancur, Kecamatan Alor Timur Laut, dengan menempuh waktu 2 jam dari Pusat Kota Kalabahi Kabupaten Alor-NTT.     ( Foto: Explore Alor) Fenoma alam berupa belerang air panas yang muncul dari perut bumi yang menyumbur dan membumbung t inggi hanya berkisar 20 cm, ketika terjadi gempa pada tahun 2004 lalu, kondisi pancuran air panas ini menyusut puluhan sentimeter, namun tetap memberikan pesona bagi siapa pun yang menikmatinya. Terdapat pula tempat permandian yang dapat menyembuhkan penyakit borok/koreng. Kondisi medan berupa jalan memang cukup berat saat di lalui oleh kendaraan roda dua maupun empat. Disarankan untuk menggunakan sepeda motor selain jenis metik seba...

Bulan Pendidikan dan Harapan Tata Kelola Pendidikan Kristen

By: Fredrik Abia Kande Foto: Bapak Fredik Abia Kande Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) menetapkan Bulan Juli sebagai Bulan Pendidikan. Pendidikan sendiri merupakan bagian tidak terpisahkan dari perkembangan gereja masa lampau. Di mana ada gereja maka di situ pula ada sekolah kristen yang dibangun. Itulah sebabnya GMIT menyebutkannya sebagai “saudara kembar”. Ya, pendidikan sebagai saudara kembar, ini konsep yang sangat cocok untuk mendefinisikan gereja masa lampau dan pelayanan pendidikannya. Namun, sepertinya kurang merefleksikan situasi masa kini. Oleh karena sudah sekian lama, sejak 1739 di Landu Rote (Fox), saudara kembar yang satu ini dihadirkan secara bersama-sama, akan tetapi dalam perjalanan kedua saudara kembar ini sepertinya memilih jalan sendiri, bahkan momen-momen reuni atau kumpul bareng setahun sekali pun hampir tidak pernah dilakukan. Mereka seperti saling memunggungi satu sama lain. Kondisi yang demikian tidak terjadi begitu saja, ada faktor-faktor yang melatarbe...