Kuasa untuk menjadi Anak
Allah.
Keselamatan dari pihak Tuhan
berarti tindakan Tuhan mengembalikan manusia kepada rancangan semula atau
tujuan awal. Untuk mewujudkan keselamatan atas manusia, Allah memberikan kuasa
kepada mereka yang menerima-Nya, supaya menjadi anak-anak Allah (Yoh 1:12).
Kata “kuasa” di teks ini adalah exousia (hak.
Ing. Right atau hak istimewa. Ing. Privilege). Berbeda dengan kuasa dalam Kisah
Para Rasul 1:8 dunamis/dinamit
(sesuatu yang menggerakan. Ing. Power).
Kuasa hanya diberikan kepada
orang yang menerima-Nya, yaitu menerima Tuhan Yesus sebagai pemilik kehidupan.
Isi kuasa itu antara lain :
1.
Penebusan
Menjadikan seseorang
menjadi milik Tuhan yang pasti (1 Kor 6:19-20, Mat 28:18-20) dengan demikian
Bapa bisa membentuk dan memuridkannya dengan memberikan materai Roh Kudus.
2.
Roh Kudus
Untuk kembali kepada
rancangan-Nya semula orang percaya harus mengalami pencerahanpikiran sehingga
seseorang dapat mengerti kehendak Allah secara sempurna. Roh Kudus adalah
satu-satunya pribadi utusan Bapa yang dapat memberikan kemampuan orang percaya
untuk mengerti kehendak Allah, apa yang baik, yang bekenan dan yang sempurna
(Yoh 16:13; Roma 12:2). Roh Kudus sebagai pendamping (Parakletos ), menuntun orang percaya kepada seluruh kebenaran
Allah.
3.
Injil
Injil adalah kuasa Allah
yang menyelamatakan yang timbul dari pendengaran akan firman Kristus. Injil
adalah sarana keselamatan (Roma 1:16-17; Roma 10:17). Kelahiran baru pada
dasarnya sama dengan pencerahan pikiran. Injil memuat pengenalan akan Allah
atau kebenaran-Nya.
4.
Penggarapan Allah
Sarana penebusan yaitu Roh
Kudus dan Injil akan menjadi tidak matang atau kurang berdaya guna tanpa
penggarapan Allah. Alkitab menyatakan bahwa.,,
Allah turut bekerja dalam segala sesuatu…. (Roma 8:28). Pengalaman hidup
adalah sekolah kehidupan yang memroses seseorang untuk menjalani keselamatannya
(Filpi 2:12).
Komentar
Posting Komentar