Langsung ke konten utama

Rudy - panggilan BJ Habibie - mengajak jalan Ainun.



SELAMAT JALAN, RUDY..
9 Maret 1962.
Saat itu malam hari raya Iedul Fitri.

Rudy - panggilan BJ Habibie - mengajak jalan Ainun. Ia ingin mengajaknya nonton bioskop, tapi sayang karena udara begitu cerah.
Akhirnya mereka berjalan kaki menyusuri sepanjang kampus ITB. Hati Rudy berdetak tidak karuan. Ada yang ingin ia sampaikan. Tapi ia begitu malu. Sampai terlintas dalam pikirannya, "Kalau tidak sekarang, kapan lagi ?"
Lalu ia memberanikan diri bertanya, "Ainun, maaf. Saya tidak ingin mengganggu masa depanmu. Tapi, apakah kamu punya kawan dekat ?"
Ainun, dengan detak jantung yang sama cepatnya, terdiam lama. Lalu ia menghadapkan tubuhnya ke arah Rudy sambil menjawab dengan lirih, "Tidak. Saya tidak punya kawan dekat.."
Hati Rudy bersorak. Perasaan yang sudah lama dipendamnya mendapatkan jawaban. Sesudah malam itu, merekapun selalu bersama, saling berbincang dan saling menyatukan hati hingga menikah pada tahun yang sama.
Perjalanan hidup kedua manusia ini menjadi cerita romansa yang tidak ada habisnya. Mereka tidak pernah berjauhan. Tidak sedikitpun. Ainun selalu mengikuti kemana Rudy pergi, sampai kekasihnya menjadi Presiden RI.
Tetapi janji itu putus sudah. Ainun harus pergi tanpa bisa meminta. Betapa hancurnya hati Rudy saat itu. Ia ingin menangis tapi suaranya tidak pernah keluar. Tubuhnya lunglai tanpa ia mampu menegakkan.
"Saat ini saya tidak takut lagi menunggu kematian, karena Ainun menunggu disana.." Perih hatinya menjadi sukacita. Ia menunggu hari-harinya dengan senyum kekasihnya yang selalu ada di setiap malam ketika rasa sepi membunuhnya.
Malam ini, Profesor Dr Ing Bacharuddin Jusuf Habibie, dengan tersenyum menuju ke tempat hatinya berada. Ke tempat Ainun menunggunya dengan senyum yang tak pernah ada habisnya.
Ia berbahagia ketika seluruh bangsa menangis ditinggalkannya. Hati ini hancur seperti hancurnya Rudy ketika Ainun meninggalkannya.
Rudy dan Ainun, mereka bersama menari di alam yang berbeda. Mereka memang tidak terpisahkan.
Tidak akan pernah...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KB-AMEC: “ Sebuah Komunitas Sosial dari Desa untuk anak-anak pedesaan.”

Menurut KBBI, Pendidikan adalah proses perubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik. Komunitas Belajar Bahasa Inggris Air Mancur (KB-AMEC) lahir dan tumbuh karena memiliki keterpanggilan sebagai warga aktif untuk menjangkau anak-anak di pedesaan dan memperkenalkan pentingnya bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional. Di samping itu kami juga mencoba mengembangkan budaya kebahasaan, yaitu bahasa daerah atau bahasa ibu sebagai bahasa pertama dalam mempertahankan punahnya budaya bahasa daerah (bahasa asli atau bahasa ibu). Melalui Kegiatan Active Citizens (warga aktif) tahun 2019, tepatnya bulan November berlokasi di Ruang Lab. Bahasa, Kampus Universitas Tribuana Kalabahi, terdaftar 25 peserta yang lolos seleksi dan masuk dalam kegiatan ini. Sedikit bercerita, bahwa Active Citizens atau Warga Aktif ini merupakan sebuah gerakan yang diperuntukan bagi setiap orang yang ...

Waow....!! Selain Tuti Air Mancur, ada lagi tempat yang wajib kamu kunjungi di Desa Air Mancur, Kec. ATL, Kab.Alor-NTT.

Destinasi Wisata Di Desa Air Mancur, Kec. Alor Timur Laut, Kab. Alor-NTT. Foto: (Misteraladin) 1.     Tuti Air Mancur Tuti Air Mancur atau dalam bahasa daerah lokal di sebut Tutta yang artinya Air Sumbur/mancur telah ada sejak puluhan tahun yang lalu dan terletak 15 menit dari pusat Desa Air Mancur, Kecamatan Alor Timur Laut, dengan menempuh waktu 2 jam dari Pusat Kota Kalabahi Kabupaten Alor-NTT.     ( Foto: Explore Alor) Fenoma alam berupa belerang air panas yang muncul dari perut bumi yang menyumbur dan membumbung t inggi hanya berkisar 20 cm, ketika terjadi gempa pada tahun 2004 lalu, kondisi pancuran air panas ini menyusut puluhan sentimeter, namun tetap memberikan pesona bagi siapa pun yang menikmatinya. Terdapat pula tempat permandian yang dapat menyembuhkan penyakit borok/koreng. Kondisi medan berupa jalan memang cukup berat saat di lalui oleh kendaraan roda dua maupun empat. Disarankan untuk menggunakan sepeda motor selain jenis metik seba...

TUTTA – AIR MANCUR: "Berdaulat dengan Kekayaan Sendiri dan Mengurangi Dosa Ekologi (lingkungan)"

  TUTTA – AIR MANCUR "PELATIHAN PEMBUATAN MINYAK KEMIRI KERJA SAMA PEMUDA-PEMUDI GMIT SALEM PASI DAN STUBE HEMAT YOGYAKARTA" “Puji Tuhan. Semua karena rencana kita bersama dan Tuhan merestuinya.” Kata Ketua Pemuda, Alonso Tande, S.Pd dalam membuka kegiatan pelatihan yang diikuti oleh 25 orang pemuda/I yang terdiri atas Mahasiswa, Pemuda dan Pelajar Salem Pasi. Kondisi bangsa Indonesia dan dunia yang sementara sakit karena wabah covid-19 yang mengakibatkan semua roda kehidupan hampir terhambat, khususnya di bidang ekonomi, namun ide dan karya yang lahir dari orang-orang hebat tidak berhenti. Kegiatan ini juga merupakan kerjasama antara Pemuda/i GMIT Salem Pasi dan Stube Hemat Yogyakarta pada Selasa, 23 Maret 2021,dalam pelatihan Pembuatan Minyak Kemiri dengan mengelola dan memanfaatkan potensi-potensi alam yang diolah menjadi produk-produk lokal yang bernilai ekonomis salah satunya adalah Buah Kemiri. Buah kemiri bagi masyarakat di Kabupaten Alor merupakan salah satu komodi...