Langsung ke konten utama

TUTTA – AIR MANCUR: "Berdaulat dengan Kekayaan Sendiri dan Mengurangi Dosa Ekologi (lingkungan)"

 

TUTTA – AIR MANCUR

"PELATIHAN PEMBUATAN MINYAK KEMIRI KERJA SAMA PEMUDA-PEMUDI GMIT SALEM PASI DAN STUBE HEMAT YOGYAKARTA"

“Puji Tuhan. Semua karena rencana kita bersama dan Tuhan merestuinya.” Kata Ketua Pemuda, Alonso Tande, S.Pd dalam membuka kegiatan pelatihan yang diikuti oleh 25 orang pemuda/I yang terdiri atas Mahasiswa, Pemuda dan Pelajar Salem Pasi.

Kondisi bangsa Indonesia dan dunia yang sementara sakit karena wabah covid-19 yang mengakibatkan semua roda kehidupan hampir terhambat, khususnya di bidang ekonomi, namun ide dan karya yang lahir dari orang-orang hebat tidak berhenti.

Kegiatan ini juga merupakan kerjasama antara Pemuda/i GMIT Salem Pasi dan Stube Hemat Yogyakarta pada Selasa, 23 Maret 2021,dalam pelatihan Pembuatan Minyak Kemiri dengan mengelola dan memanfaatkan potensi-potensi alam yang diolah menjadi produk-produk lokal yang bernilai ekonomis salah satunya adalah Buah Kemiri.

Buah kemiri bagi masyarakat di Kabupaten Alor merupakan salah satu komoditi lokal dalam meningkatkan taraf ekonomi khusunya masyarakat di pedesaan. Cara yang selama ini dipakai oleh masyarakat Kabupaten Alor adalah, menanam – merawat - membersihkan area lokasi pepohonan – memilih/memanen – menimbang/dijual kepada pedagang baik lokal maupun pendatang seperti Makasar dan lainya dab hal ini telah menjadi kebiasaan bagi masyarakat di Kabupaten Alor.

Namun, ada hal yang berbeda ketika Stube Hemat Yogyakarta dengan slogannya “STUDENT SERVICE – Hidup – Efisien – Mandiri – Analitis – Tekun.” Melalui program multiplikasi Stube HEMAT di Alor oleh Petrus Maure, S.Kom memperkenalkan cara dan kerja dari Stube HEMAT tidak saja menjangkau para Mahasiswa tetapi juga Pemuda dan pelajar yang berkerinduan untuk belajar banyak hal.

Alonso Tande,S.Pd selaku ketua Pemuda dalam penyampaiannya sangat mendukung akan kegiatan baik ini. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini sangat baik tidak saja memperkenalkan produk-produk lokal tapi bagaimana meningkatkan softskill sehingga hal ini menjadi bekal bagi kita pemuda/I khususnya Pemuda/I GMIT Saelm Pasi.

Ibu Pendeta Sanci Oan, S.Th selaku Ketua Majelis Jemaat GMIT Salem Pasi juga sangat mendukung akan kegiatan baik ini yang digagas oleh Petrus Maure, S.Kom selaku Multiplikasi dari Stube HEMAT ini. Dalam penyampaiannya baik pada saat pelatihan bersama Ibu-ibu GMIT Salem dalam pelatihan Pembuatan Minyak Kelapa Murni (VCO) maupun dalam Pelatihan Pembuatan Minyak Kemiri bersama Pemuda/i GMIT Salem mengatakan bahwa kegiatan ini juga sinkron dengan program Sinode GMIT dalam meningkatkan ekonomi kreatif jemaat khususnya gereja.

Dalam pernyataannya, ibu Pendeta juga telah menyampaikan akan kegiatan baik ini di tingkat Klasis Alor Timur Laut dan Puji Tuhan direspon secara positif dan akan mendukung sehingga akan dibangun sebuah rumah produksi di Jemaat Salem Pasi sekaligus menjadi tempat untuk diolahnya produk-produk lokal lainnya, tidak hanya buah kelapa, buah kemiri tetapi juga buah jambu mete, marungga/kelor dll.

Pada kesempatan dalam pelatihan pembuatan minyak kemiri pada 23 Maret 2021, hadir juga perwakilan dari pemerintah Desa Air Mancur Ketua RT 06 Roni I. Tande, menyampaikan program pemerintah dibidang ekonomi yang sekirannya dapat berkolaborasi dalam mengembangkan produk-produk lokal di Desa Air Mancur. “Kalau rumah produksi ini su jadi, berarti kita kerjasama dengan pemerintah, baik di tingkat desa, kecamatan, kabupaten maupun sampai ke mancanegara”. Kata Ketua RT 06 Roni I. Tande.

Yunus P. Tande, SE, selaku coordinator rayon 2 Jemaat Salem Pasi juga sangat mendukung akan kegiatan baik ini, sehingga kedepan bisa dibentuk panitia lokal atau semacam komunitas yang bertanggungjawab atas produk-produk lokal kedepannya. Piteraon Takalapeta, S.Pi selaku mewakili pemuda laiinnya mengatakan kegiatan seperti ini harus terus dilakukan agar tidak saja melatih kemampuan, juga memperkenalkan produk-produk lokal yang bisa diolah menjadi barang yang bernilai.

Piterson juga menambahkan bahwa Madu juga merupakan potensi lokal yang kedepan harus di kembangkan. “kalau bisa kedepan ni Madu juga bisa na kita kelola. Kita punya Bapak Desa dengan Kaka Soni Maure kan itu dong pu bidang di Pertanian, jadi cara pengolahannya dorang tau. Tinggal kita koordinasi supaya dong bisa hadir dan kita bisa saling berbagi.” Ungkap Piterson yang saat ini juga menjabat sebagai Sekretaris Hari Raya Grejawi Jemaat Salem Pasi.

Diakhir dari kegiatan dan evaluasi, Petrus Maure, S.Kom selaku Multiplikator Stube HEMAT menjelaskan tentang cara dan kerja Stube HEMAT, tidak saja bersama lintas Gereja, namun Pemerintah, LSM, dan komunitas-komunitas baik dibidang ekonomi, pendidikan dan bidang lainnya. Harapannya, bahwa ia tidak saja seorang diri dalam melakukan semuanya ini namun kerjasama semua pihak menjadi kekuatan bersama.

Dari rangkaian kegiatan pelatihan ini, memberi manfaat bagi semua peserta yang hadir. Sehingga harapannya akan ada pelatihan-pelatihan semacam ini kedepannya. Banyak hal yang dibagikan. Ide, pendapat, saran, dan semuanya tertuang dalam karya nyata. Pemberdayaan penguatan kapasitas SDM dan juga mengasah softskill dalam mengolah SDA yang ada.

Terimakasih Ketua Pemuda GMIT Salem Pasi Alonso Tande, S.Pd dan Stube Hemat Yogyakarta melalui multiplikator Petrus Maure,S.Kom dan juga semua teman-teman pemuda/i, tidak lupa juga Ibu Pendeta Sanci Oan, S.Th yang selalu memberikan ide, pendapat, saran yang semuanya tertuang dalam karya dan aksi.

Akan terus berproses, tidak hanya mendatangkan keuntungan namun melatih kemampuan kita dalam mengolah Produk-produk lokal menjadi sesuatu yang bermanfaat. Itu harapan dari pemuda/I GMIT Salem Pasi agar kedepan, kegiatan-Kegiatan semacam ini tidak saja memupuk persatuan berjemaat dan pemuda, namun juga menjadi tempat atau wadah untuk belajar bersama.

Terimakasih 

Ditulis oleh. Yusuf Tande, S.Pd


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEMUDA, PEMBANGUNAN DAN MASA DEPAN KONTEKS KABUPATEN ALOR

Thema: PEMUDA, PEMBANGUNAN DAN MASA DEPAN KONTEKS KABUPATEN ALOR Materi Pengantar Dialog bersama Civitas Academica Universitas Tribuana Kalabahi Sabtu, 16 Desember 2017 Oleh Ir. Ansgerius Takalapeta, Anggota DPRD Prov. NTT Penulis: Yusuf Tande RANGKUMAN: 1.       CATATAN AWAL Pertama , ada pendapat yang mengatakan bahwa pemuda selalu melihat ke depan dan orang tua selalu melihat ke belakang. Pendapat tersebut tidak selamanaya benar tapi tidak seluruhnya salah. Orientasi pemuda selalu pada perubahan dan pembaruan menuju kemajuan. Namun perlu disadari bahwa perubahan atau pembaruan terjadi atas masa lalu yang panjang dimana telah diletakan oleh genersai sebelumnya. Kita harus menengok pada tonggak perjuangan bangsa yakni: Budi Utomo (1908), Sumpah Pemuda (1928), Proklamasi (1945), Orde Baru (1966) dan Revormasi (1998),maka semuanya menunjukan bahwa orientasi pemuda selalu ke masa depan. Kedua , Kabupaten Alor adalah daerah dengan tipolog...

Waow....!! Selain Tuti Air Mancur, ada lagi tempat yang wajib kamu kunjungi di Desa Air Mancur, Kec. ATL, Kab.Alor-NTT.

Destinasi Wisata Di Desa Air Mancur, Kec. Alor Timur Laut, Kab. Alor-NTT. Foto: (Misteraladin) 1.     Tuti Air Mancur Tuti Air Mancur atau dalam bahasa daerah lokal di sebut Tutta yang artinya Air Sumbur/mancur telah ada sejak puluhan tahun yang lalu dan terletak 15 menit dari pusat Desa Air Mancur, Kecamatan Alor Timur Laut, dengan menempuh waktu 2 jam dari Pusat Kota Kalabahi Kabupaten Alor-NTT.     ( Foto: Explore Alor) Fenoma alam berupa belerang air panas yang muncul dari perut bumi yang menyumbur dan membumbung t inggi hanya berkisar 20 cm, ketika terjadi gempa pada tahun 2004 lalu, kondisi pancuran air panas ini menyusut puluhan sentimeter, namun tetap memberikan pesona bagi siapa pun yang menikmatinya. Terdapat pula tempat permandian yang dapat menyembuhkan penyakit borok/koreng. Kondisi medan berupa jalan memang cukup berat saat di lalui oleh kendaraan roda dua maupun empat. Disarankan untuk menggunakan sepeda motor selain jenis metik seba...

Bulan Pendidikan dan Harapan Tata Kelola Pendidikan Kristen

By: Fredrik Abia Kande Foto: Bapak Fredik Abia Kande Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) menetapkan Bulan Juli sebagai Bulan Pendidikan. Pendidikan sendiri merupakan bagian tidak terpisahkan dari perkembangan gereja masa lampau. Di mana ada gereja maka di situ pula ada sekolah kristen yang dibangun. Itulah sebabnya GMIT menyebutkannya sebagai “saudara kembar”. Ya, pendidikan sebagai saudara kembar, ini konsep yang sangat cocok untuk mendefinisikan gereja masa lampau dan pelayanan pendidikannya. Namun, sepertinya kurang merefleksikan situasi masa kini. Oleh karena sudah sekian lama, sejak 1739 di Landu Rote (Fox), saudara kembar yang satu ini dihadirkan secara bersama-sama, akan tetapi dalam perjalanan kedua saudara kembar ini sepertinya memilih jalan sendiri, bahkan momen-momen reuni atau kumpul bareng setahun sekali pun hampir tidak pernah dilakukan. Mereka seperti saling memunggungi satu sama lain. Kondisi yang demikian tidak terjadi begitu saja, ada faktor-faktor yang melatarbe...